27 April 2026 - 21:25
Sekjen Hizbullah: Senjata perlawanan untuk membela eksistensi Lebanon / Musuh Zionis tidak akan tetap berada di wilayah pendudukan

Syekh Naim Qassem menyatakan bahwa senjata perlawanan adalah untuk menolak agresi dan membela keberadaan Lebanon, dan perlawanan tidak akan melepaskan senjata serta hak pembelaannya.

Kantor Berita Internasional Ahlulbait — ABNA — Syekh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah Lebanon, pada Senin ini dalam sebuah pernyataan menyatakan bahwa musuh Zionis telah mencapai jalan buntu, sementara perlawanan tetap berlanjut, kuat, dan tidak dapat dikalahkan.

Sekjen Hizbullah Lebanon menambahkan bahwa perlawanan dengan tegas menolak negosiasi langsung, dan para pejabat negara harus mengetahui bahwa langkah-langkah mereka tidak akan menguntungkan Lebanon maupun diri mereka sendiri.

Dalam pernyataan itu disebutkan bahwa pemerintah tidak bisa terus berjalan sementara hak-hak Lebanon diabaikan dan tanah-tanahnya diserahkan; pemerintah harus kembali kepada rakyatnya dan menjadi pemerintahan rakyat.

Sekjen Hizbullah menyatakan bahwa salah satu tanggung jawab pemerintah adalah menghentikan negosiasi langsung dengan musuh Zionis dan kembali ke negosiasi tidak langsung.

Senjata perlawanan untuk membela eksistensi Lebanon

Syekh Naim Qassem menambahkan bahwa senjata perlawanan adalah untuk menolak agresi dan membela eksistensi Lebanon, dan perlawanan tidak akan melepaskan senjata serta hak pembelaannya.

Sekjen Hizbullah menegaskan bahwa musuh, dengan dukungan Amerika, berupaya menghancurkan Hizbullah, perlawanan Islam, dan basis pendukungnya, tetapi meskipun telah menggunakan seluruh cara, sejak dimulainya pertempuran “Ulul Ba’s” pada 23 September 2024 hingga kini mereka belum berhasil.

Syekh Naim Qassem menyatakan bahwa musuh pada 2 Maret 2026 bertaruh pada satu titik yang menentukan, tetapi perlawanan merespons upaya itu melalui operasi “Al-‘Ashf al-Ma’kul”, yang mengejutkan musuh dan para pendukungnya.

Sekjen Hizbullah dalam pernyataan itu menegaskan bahwa keteguhan dan kemampuan tempur perlawanan, keragaman metode tempur, pengelolaan medan yang cermat, disertai dukungan rakyat, kesabaran menghadapi pengungsian, dan berbagai pengorbanan telah menyebabkan kegagalan musuh.

Musuh Zionis tidak akan tetap berada di wilayah pendudukan

Syekh Naim Qassem, Sekretaris Jenderal Hizbullah, dalam pernyataannya hari ini menegaskan: catatlah ini untuk sejarah, musuh Zionis tidak akan tetap berada sejengkal pun di wilayah pendudukan, dan para penduduk wilayah-wilayah itu akan kembali ke tanah mereka.

Ia menambahkan: sebagaimana kita bersama-sama melakukan perlawanan, kita juga akan bersama-sama membangun kembali.

Lima tuntutan untuk mewujudkan solusi krisis di Lebanon

Syekh Naim Qassem menyatakan bahwa solusi terletak pada pemenuhan lima tuntutan pokok, yaitu penghentian total agresi darat, laut, dan udara; penarikan mundur musuh Zionis dari wilayah pendudukan; pembebasan para tahanan; kembalinya para penduduk ke seluruh kota dan desa; serta dimulainya rekonstruksi.

Sekjen Hizbullah menegaskan bahwa perlawanan tidak akan melepaskan senjatanya, dan bahwa senjata tersebut diperlukan untuk membela diri dan menghadapi agresi.

Your Comment

You are replying to: .
captcha